Unisex Look

Unisex Look

unisx

gambar ini di ambil dari : http://www.dressesstock.com

j2069-50-setelan-paul-frank-kids-unisex-bhn-kaos-uk-l-c2b15th-warna-biru-tua-n-pink-fanta-po-2minggu

gambar ini di ambil dari : http://www.aliexpress.com

Secara umum kita mengetahui Unisex Look adalah pakaian yang bisa di kenakan laki-laki maupun perempuan, namun apakah makna sebenarnya Unisex Look? Charlotte Mankey dan Phillis Tortora dalam bukunya yang berjudul Dictionary Of Fashion menyatakan bahwa Unisex Look adalah :

“Garment designed so that they may be worn by either men or women. Include shirt laced at the neckline, pants with drawstrings and double breasted, jacket with buttons and button holes on both sides so they could be bottoned to the right or left. Introduced in 1968, it became a popular look, particullary with young people. In the 1980s, popular for sweatsuit and sweaters. Item when featured both in department stores and boutique”.

Atau Unisex Look bisa di artikan sebagai pakaian yang dirancang sedemikian rupa sehingga dapat dipakai oleh laki-laki maupun perempuan. termasuk kemeja, celana dengan drawstrings dan double breasted, jaket dengan kancing dan lubang kancing pada kedua sisi sehingga mereka bisa kancingkan ke kanan atau kiri. Diperkenalkan pada tahun 1968. dan menjadi gaya yang populer,  khususnya kalangan muda. pada tahun 1980-an, gaya ini populer untuk pakaian olahraga dan sweater. Keduanya sempat menjadi item unggulan baik di department stores maupun butik.

Pada tahun 1960-an di Inggris di hebohkan dengan adanya Youthquake. Dari namanya tentu saja kita dapat mengetahui bahwa yang merasakan hal ini sebagian besar adalah para kaum muda. Saat itu jumlak kaum muda jauh lebih besar akibat terjadinya Baby Boom, suatu ledakan kelahiran pada masa pasca perang dunia II.  Munculnya youthquake di inggris di picu oleh boomingnya musik pop yang berkembang pada saat itu, musik pop kian hari kian di gemari para kaum muda, yang awalnya di pelopori oleh The Beatles. Pristiwa ini juga mengakibatkan Inggris terus dibanjiri produk industri busana. Berbagai jenis busana yang saat itu banyak diminati adalah; pakaian berpotongan mini, pakaian dengan berbagai macam kombinasi warna dan motif dan bahkan busana yang dilapisi polivinyl perak sebagai akibat era ruang angksa (space look).

149045513_640

Gerakan Feminisme
ambar ini di ambil dari : http://www.vimeo.com

Seiring dengan berkembangnya era ini, di awal 1960-an mulai muncul gerakan anti kemapanan. Meski di pandang sebelah mata oleh kebanyakan orang, namun hal ini terus berkembang, lagi-lagi sebagian besar para kaum muda yang menggandrungi. bahkan gerakan anti kemapanan juga berakibat pada munculnya Revolusi seks (sex revolution) yang bisa di kenal sebagai Gerakan Feminisme, orang yang ikut dalam gerakan ini di sebut feminis. Bermula dari asumsi bahwa kaum perempuan sering mengalami perlakuan yang tidak adil dalam kehidupan, terutama di bidang sosial, ekonomi, budaya, politik, dan ilmu pengetahuan. Ketidak-adilan tersebut makin dikristalkan oleh konsep-konsep tradisional dalam masyarakat, antara lain bahwa istri adalah ‘pelayan’ suami, sedangkan suami adalah ‘pelindung’ istri. Belum lagi ungkapan bahwa perempuan adalah kaum yang lemah sehingga sangat tergantung kepada pria. Wanita-wanita di barat ingin memiliki kedudukan yang sama dengan kaum pria, karena mereka merasa di anggap warga kelas dua dan kaum lemah, mereka ingin bekerja dan mendapatkan gaji sama besar dengan kaum pria sehingga mereka menuntut emansipasi. Hebatnya hal ini cukup berpengaruh dalam perubahan dalam gaya berbusana. Terutama kaum wanita pada masa itu, busana wanita di dominasi oleh model mini, maxi dan Unisex. Wanita barat menginginkan kebebasan berbusana, mereka mengekspresikanya dengan mengenakan pakaian dengan panjang mini dan maxi. Mereka juga menginginkan kesetaraan antara kaum pria dan wanita sehingga Unisex Look yaitu sebuah gaya berbusana yang membaurkan gender pun akhirnya muncul pada tahun 1968 dan menjadi salah satu gaya yang juga banyak diminati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s